(AWALI SEGALA AKTIFITAS DENGAN LAFAL BASMALLAH) "WEB SITE RESMI DESA WONOSOBO, KECAMATAN PENARIK, KABUPATEN MUKO MUKO. BENGKULU INDONESIA".  

LAUNCHING GAPURA NU DESA WONOSOBO

DESA WONOSOBO | 11 November 2022 21:31:04 | Berita Desa | 21 Kali

Jum’at 04 Oktober Tahun 2022. Desa Wonosobo Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Louncing Gapura Nahdatul Ulama bersama Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU Pusat).

Launching Gapura Nahdatul Ulama Desa Wonosobo acara dibuka sejak pukul 09.00 WIB merupakan rangkaian pembuka dari kegiatan launching Gapura Nahdatul Ulama sebagai icon baru yang berada di Desa Wonosobo.

Dihadiri oleh Ketua Laksperdam 2, Bapak K.H Amir Ma’ruf, Gus Minachul Mubin Instruktur Nasional serta ketua LazizNU lamongan, Gus Saeful Bahri instruktur nasional, beserta sekjen PCNU Kencong, Bapak Subhan Ashari bendahara LazizNU Kabupaten Mukomuko beserta anggota, Bapak Evi Busmanja Camat Kecamatan Penarik beserta rombongan, Bapak Samiran Kepala Desa Wonosobo beserta Perangkatnya, 5 Kepala Desa dari Kecamatan Penarik, Bapak Nur Wahid, Ketua Ranting NU Desa Wonosobo beserta anggota, Tokoh Nahdatul Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Desa Wonosobo berbaur bersama.

Ketua Laksperdam 2, Bapak K.H Amir Ma’ruf menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas antusias tokoh Nahdatul Ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang turut hadir meramaikan rangkaian Launching Gapura Nahdatul Ulama desa wonosobo.

"Rangkaian launching Gapura Nahdatul Ulama ini dimulai dengan Pembukaan, dilanjutkan dengan pemotongan pita dan pemotongan tumpeng dipimpin oleh Pengurus Besar Nahdatul Ulama diikuti oleh seluruh tamu undangan sebagai simbol pengesahan gapura Nahdatul Ulama desa wonosobo”. dan diakhiri dengan doa penutup".

Pemerkasa berdirinya Kampung Nahdatul Ulama desa wonosobo tidak lepas dari inisiatif ranting Nahdatul Ulama desa wonosobo bapak Nur Wahid beserta jajaranya,  dan tokoh Nahdatul ulama desa wonosobo. inisiatif ini disetujui oleh pemerintah desa wonosobo, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda melalui musyawarah mufakat. Disisi lain dari pada itu, gagasan awal hingga berdirinya kampung Nahdatul Ulama di desa wonosobo tidak lepas dari doa, dukungan beserta arahan, baik moril maupun materil dari Bapak Wahid Nur Sodiq Ketua LazizNU Kabupaten Mukomuko beserta jajaranya.

"Kita menyebutnya Gapura Kampung Nahdatul Ulama desa wonosobo dimana Gapura diartikan sebagai pintu gerbang, dan terdapat lambang Nahdatul Ulama dalam gapura tersebut. Yang di buat oleh Kyai Ridwan Abdulah dengan arti sebagai berikut :

  1. Bola dunia menggambarkan tempat tinggal manusia. Hal ini sesuai dengan surat Taha ayat 55.
  2. Tali tambang yang mengelilingi bola dunia memiliki makna ukhuwah atau tali persaudaraan. Hal ini diambil berdasarkan surat Ali Imran ayah 103.
  3. Dalam bola dunia, terdapat peta Indonesia di permukaannya. Hal ini melambangkan NU didirikan di Indonesia dan berjuang di tanah ini.
  4. Dua simpul ikatan di bagian bawah melambangkan hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horizontal dengan sesama umat manusia.
  5. Untuaian tampar atau tali tambang berjumlah 99 melambangkan nama-nama terpuji bagi Allah atau Asmaul Husna.
  6. Lima bintang di atas bola dunia. Bintang yang berada di tengah berukuran besar dibanding empat yang lainnya. Bintang paling besar itu melambangkan Rasulullah, sementara yang empat melambangkan sahabatnya yang mendapat julukan Khulafaur Rasyidin yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
  7. Empat bintang di bawah bola dunia melambangkan empat imam mazhab Ahlussunah wal Jamaah yaitu Imam Maliki, Imam Syafi'i, Imam Hanafi, dan Imam Hanbali.
  8. Jumlah bintang secara keseluruhan ada sembilan. Ini bermakna Wali Songo (sembilan ulama penyebar Islam).
  9. Tulisan Nahdlatul Ulama dalam huruf Arab melintang di tengah bumi untuk menunjukkan nama organisasi tersebut, Nahdlatul Ulama, kebangkitan para ulama.
  10. Warna latar memakai warna hijau yang merupakan lambang kesuburan.
  11. Tulisan memakai warna putih yang merupakan lambang kesucian.

Salah satu tujuan dari berdirinya Kampung Nahdatul Ulama sebagai benteng dan juga menggawangi desa wonosobo dari masukan radikalisme,  paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan. Yang mengacu pada sikap ekstrem dalam aliran politik, karena radikalisme sudah jelas dilarang di Negara Republik Indonesia, dan juga tujuan dari berdirinya kampung Nahdatul Ulama desa wonosobo sebagai pelopor Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) HARGA MATI.

Mari kita bersama-sama, bahu membahu, tolong menolong dan saling bersinergi dalam menjaga amanah ini dengan bersama-sama.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Aparatur Desa

Back Next

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung